Tuesday, February 10, 2015

Cerita Seks Ngentot Ibu Mertua


Sebuah kisah dewasa atau cerita seks seorang menantu yang berhubungan seks atau ngentot dengan ibu mertuanya, sang ibu dari isterinya dan si ibu mertua pun menikmati skandal seks dengan menantunya tersebut. Sudah dua tahun ini aku menikah dengan Virni, dia seorang model iklan dan enam bulan lalu, dia menjadi seorang bintang sinetron, sementara aku sendiri adalah seorang wiraswasta di bidang pompa bensin. Usiaku kini 32 tahun, sedangkan Virni usia 21 tahun. Virni seorang yang cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin karena keturunan dari ibunya. Aku pun bangga mempunyai istri secantik dia. Ibunya Virni, mertuaku, sebut saja Mama Mona, orangnya pun cantik walau usianya sudah 39-tahun. Mama Mona merupakan istri ketiga dari seorang pejabat negara ini, karena istri ketiga jadi suaminya jarang ada di rumah, paling-paling sebulan sekali. Sehingga Mama Mona bersibuk diri dengan berjualan berlian.
Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sndiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di “Pondok Mertua Indah”. Aku yang sibuk sekali dengan bisnisku, sementara Mama Mona juga sibuk, kami jadi kurang banyak berkomunikasi tapi sejak istriku jadi bintang sinetron 6 bulan lalu, aku dan Mama Mona jadi semakin akrab malahan kami sekarang sering melakukan hubungan suami istri, inilah ceritanya.
Sejak istriku sibuk syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, otomatis aku dan mertuaku sering berdua di rumah, karena memang kami tidak punya pembantu. Tiga bulan lalu, ketika istriku pergi ke Jogja, setelah kuantar istriku ke stasiun kereta api, aku mampir ke rumah pribadiku dan baru kembali ke rumah mertuaku kira-kira jam 11.00 malam. Ketika aku masuk ke rumah aku terkaget, rupanya mertuaku belum tidur. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.
“Eh, Mama.. belum tidur..”
“Belum, Tom.. saya takut tidur kalau di rumah belum ada orang..”
“Oh, Maaf Ma, saya tadi mampir ke rumah dulu.. jadi agak telat..”
“Virni.. pulangnya kapan?”
“Ya.. kira-kira hari Rabu, Ma.. Oh.. sudah malam Ma, saya tidur dulu..”
“Ok.. Tom, selamat tidur..”
Kutinggal Mama Mona yang masih nonton TV, aku masuk ke kamarku, lalu tidur. Keesokannya, Sabtu Pagi ketika aku terbangun dan menuju ke kamar makan kulihat Mama Mona sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.
“Selamat Pagi, Tom..”
“Pagi.. Ma, wah Mama tau aja masakan kesukaan saya.”
“Kamu hari ini mau kemana Tom?”
“Tidak kemana-mana, Ma.. paling cuci mobil..”
“Bisa antar Mama, Mama mau antar pesanan berlian.”
“Ok.. Ma..”
Hari itu aku menemani Mama pergi antar pesanan dimana kami pergi dari jam 09.00 sampai jam 07.00 malam. Selama perjalanan, Mama menceritakan bahwa dia merasa kesepian sejak Virni makin sibuk dengan dirinya sendiri dimana suaminya pun jarang datang, untungnya ada diriku walaupun baru malam bisa berjumpa. Sejak itulah aku jadi akrab dengan Mama Mona.
Sampai di rumah setelah berpergian seharian dan setelah mandi, aku dan Mama nonton TV bersama-sama, dia mengenakan baju tidur modelnya baju handuk sedangkan aku hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Tiba-tiba Mama menyuruhku untuk memijat dirinya.
“Tom, kamu capek nggak, tolong pijatin leher Mama yach.. habis pegal banget nih..”
“Dimana Ma?”
“Sini.. Leher dan punggung Mama..”
Aku lalu berdiri sementara Mama Mona duduk di sofa, aku mulai memijat lehernya, pada awalnya perasaanku biasa tapi lama-lama aku terangsang juga ketika kulit lehernya yang putih bersih dan mulus kupijat dengan lembut terutama ketika kerah baju tidurnya diturunkan makin ke bawah dimana rupanya Mama Mona tidak mengenakan BH dan payudaranya yang cukup menantang terintip dari punggungnya olehku dan juga wangi tubuhnya yang sangat menusuk hidungku.
“Maaf, Ma.. punggung Mama juga dipijat..”
“Iya.. di situ juga pegal..”
Dengan rasa sungkan tanganku makin merasuk ke punggungnya sehingga nafasku mengenai lehernya yang putih, bersih dan mulus serta berbulu halus. Tiba-tiba Mama berpaling ke arahku dan mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil nan lembut, rupanya Mama Mona juga sudah mulai terangsang. “Tom, Mama kesepian.. Mama membutuhkanmu..” Aku tidak menjawab karena Mama memasukkan lidahnya ke mulutku dan lidah kami bertautan. Tanganku yang ada di punggungnya ditarik ke arah payudaranya sehingga putingnya dan payudaranya yang kenyal tersentuh tanganku. Hal ini membuatku semakin terangsang, dan aku lalu merubah posisiku, dari belakang sofa, aku sekarang berhadapan dengan Mama Mona yang telah meloloskan bajunya sehingga payudaranya terlihat jelas olehku.
Aku tertegun, rupanya tubuh Mama Mona lebih bagus dari milik anaknya sendiri, istriku. Aku baru pertama kali ini melihat tubuh ibu mertuaku yang toples.
“Tom, koq bengong, khan Mama sudah bilang, Mama kesepian..”
“iya.. iya.. iya Mah,”
Ditariknya tanganku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya, lalu bibirku dikecupnya kembali. Aku yang terangsang membalasnya dengan memasukkan lidahku ke mulutnya. Lidahku disedot di dalam mulutnya. Tanganku mulai bergerilya pada payudaranya. Payudaranya yang berukuran 36B sudah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang membuat Mama Mona menggoyangkan tubuhnya karena keenakan. Tangannya yang mungil memegang batangku yang masih ada di balilk celana pendekku. Diusap-usapnya hingga batangku mulai mengeras dan celana pendekku mulai diturunkan sedikit, setelah itu tangannya mulai mengorek di balik celana dalamku sehingga tersentuhlah kepala batangku dengan tangannya yang lembut yang membuatku gelisah.
Keringat kami mulai bercucuran, payudaranya sudah tidak terpegang lagi tanganku tapi mulutku sudah mulai menari-nari di payudaranya, putingnya kugigit, kuhisap dan kukenyot sehingga Mama Mona kelojotan, sementara batangku sudah dikocok oleh tangannya sehingga makin mengeras. Tanganku mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana dan pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Sesekali kumasuki jariku pada liang vaginanya yang membuat dirinya makin mengelinjang dan makin mempercepat kocokan tangannya pada batangku.
Hampir 10 menit lamanya setelah vaginanya telah basah oleh cairan yang keluar dengan berbau harum, kulepaskan tanganku dari vaginanya dan Mama Mona melepaskan tangannya dari batangku yang sudah keras. Mama Mona lalu berdiri di hadapanku, dilepaskannya baju tidurnya dan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan jelas tubuh Mama Mona yang bugil dimana tubuhnya sangat indah dengan tubuh tinggi 167 cm, payudara berukuran 36B dan vagina yang berbentuk huruf V dengan berbulu lebat, membuatku menahan ludah ketika memandanginya.
“Tom, ayo.. puasin Mama..”
“Ma.. tubuh Mama bagus sekali, lebih bagus dari tubuhnya Virni..”
“Ah.. masa sih..”
“Iya, Ma.. kalau tau dari 2 tahun lalu, mungkin Mamalah yang saya nikahi..”
“Ah.. kamu bisa aja..”
“Iya.. Ma.. bener deh..”
“Iya sekarang.. puasin Mama dulu.. yang penting khan kamu bisa menikmati Mama sekarang..”
“Kalau Mama bisa memuaskan saya, saya akan kawini Mama..”
Mama lalu duduk lagi, celana dalamku diturunkan sehingga batangku sudah dalam genggamannya, walau tidak terpegang semua karena batangku yang besar tapi tangannya yang lembut sangat mengasyikan.
“Tom, batangmu besar sekali, pasti Virni puas yach.”
“Ah.. nggak. Virni.. biasa aja Ma..”
“Ya.. kalau gitu kamu harus puasin Mama yach..”
“Ok.. Mah..”
Mulut mungil Mama Mona sudah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya membuat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Batangku mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Mama Mona mencoba memasukkan batangku yang besar ke dalam mulutnya yang mungil tapi tidak bisa, akhirnya hanya bisa masuk kepala batangku saja dalam mulutnya.
Hal ini pun sudah membuatku kelojotan, saking nikmatnya lidah Mama Mona menyentuh batangku dengan lembut. Hampir 15 menit lamanya batangku dihisap membuatnya agak basah oleh ludah Mama Mona yang sudah tampak kelelahan menjilat batangku dan membuatku semakin mengguncang keenakan. Setelah itu Mama Mona duduk di Sofa dan sekarang aku yang jongkok di hadapannya. Kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahuku. Vagina Mama Mona terpampang di hadapanku dengan jarak sekitar 50 cm dari wajahku, tapi bau harum menyegarkan vaginanya menusuk hidungku.
“Ma, Vagina Mama wangi sekali, pasti rasanya enak sekali yach.”
“Ah, masa sih Tom, wangi mana dibanding punya Virni dari punya Mama.”
“Jelas lebih wangi punya mama dong..”
“Aaakkhh..”
Vagina Mama Mona telah kusentuh dengan lidahku. Kujilat lembut liang vagina Mama Mona, vagina Mama Mona rasanya sangat menyegarkan dan manis membuatku makin menjadi-jadi memberi jilatan pada vaginanya.
“Ma, vagina.. Mama sedap sekali.. rasanya segar..”
“Iyaah.. Tom, terus.. Tom.. Mama baru kali ini vaginanya dijilatin.. ohh.. terus.. sayang..”
Vagina itu makin kutusuk dengan lidahku dan sampai juga pada klitorisnya yang rasanya juga sangat legit dan menyegarkan. Lidahku kuputar dalam vaginanya, biji klitorisnya kujepit di lidahku lalu kuhisap sarinya yang membuat Mama Mona menjerit keenakan dan tubuhnya menggelepar ke kanan ke kiri di atas sofa seperti cacing kepanasan. “Ahh.. ahh.. oghh oghh.. awww.. argh.. arghh.. lidahmu Tom.. agh, eena.. enakkhh.. aahh.. trus.. trus..” Klitoris Mama Mona yang manis sudah habis kusedot sampai berulang-ulang, tubuh Mama Mona sampai terpelintir di atas sofa, hal itu kulakukan hampir 30 menit dan dari vaginanya sudah mengeluarkan cairan putih bening kental dan rasanya manis juga, cairan itupun dengan cepat kuhisap dan kujilat sampai habis sehingga tidak ada sisa baik di vaginanya maupun paha mama Mona.
“Ahg.. agh.. Tom.. argh.. akh.. akhu.. keluar.. nih.. ka.. kamu.. hebat dech..” Mama Mona langsung ambruk di atas sofa dengan lemas tak berdaya, sementara aku yang merasa segar setelah menelan cairan vagina Mama Mona, langsung berdiri dan dengan cepat kutempelkan batang kemaluanku yang dari 30 menit lalu sudah tegang dan keras tepat pada liang vagina Mama Mona yang sudah kering dari cairan. Mama Mona melebarkan kakinya sehingga memudahkanku menekan batangku ke dalam vaginanya, tapi yang aku rasakan liang vagina Mama Mona terasa sempit, aku pun keheranan.
“Ma.. vagina Mama koq sempit yach.. kayak vagina anak gadis.”
“Kenapa memangnya Tom, nggak enak yach..”
“Justru itu Ma, Mama punya sempit kayak punya gadis. Saya senang Ma, karena vagina Virni sudah agak lebar, Mama hebat, pasti Mama rawat yach?”
“Iya, sayang.. walau Mama jarang ditusuk, vaginanya harus Mama rawat sebaik-baiknya, toh kamu juga yang nusuk..”
“Iya Ma, saya senang bisa menusukkan batang saya ke vagina Mama yang sedaap ini..”
“Akhh.. batangmu besar sekali..”
Vagina Mama Mona sudah terterobos juga oleh batang kemaluanku yang diameternya 4 cm dan panjangnya 28 cm, setelah 6 kali kuberikan tekanan.
Pinggulku kugerakan maju-mundur menekan vagina Mama Mona yang sudah tertusuk oleh batangku, Mama Mona hanya bisa menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan melenguh kenikmatan, badannya digoyangkan membuatku semakin semangat menggenjotnya hingga sampai semua batangku masuk ke vaginanya. “Tom.. nggehh.. ngghh.. batangmu menusuk sampai ke perut.. nich.. agghh.. agghh.. aahh.. eenaakkhh..” Aku pun merasa keheranan karena pada saat masukkan batangku ke vaginanya Mama Mona terasa sempit, tapi sekarang bisa sampai tembus ke perutnya. Payudara Mama Mona yang ranum dan terbungkus kulit yang putih bersih dihiasi puting kecil kemerahan sudah kuterkam dengan mulutku. Payudara itu sudah kuhisap, kujilat, kugigit dan kukenyot sampai putingnya mengeras seperti batu kerikil dan Mama Mona belingsatan, tangannya membekap kepalaku di payudaranya sedangkan vaginanya terhujam keras oleh batangku selama hampir 1 jam lamanya yang tiba-tiba Mama Mona berteriak dengan lenguhan karena cairan telah keluar dari vaginanya membasahi batangku yang masih di dalam vaginanya, saking banyaknya cairan itu sampai membasahi pahanya dan pahaku hingga berasa lengket.
“Arrgghh.. argghh.. aakkhh.. Mama.. keluar nich Tom.. kamu belum yach..?” Aku tidak menjawab karena tubuhnya kuputar dari posisi terlentang dan sekarang posisi menungging dimana batangku masih tertancap dengan kerasnya di dalam vagina Mama Mona, sedangkan dia sudah lemas tak berdaya. Kuhujam vagina Mama Mona berkali-kali sementara Mama Mona yang sudah lemas seakan tidak bergerak menerima hujaman batangku, Payudaranya kutangkap dari belakang dan kuremas-remas, punggungnya kujilat. Hal ini kulakukan sampai 1 jam kemudian di saat Mama Mona meledak lagi mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya, sedangkan aku mencapai puncak juga dimana cairanku kubuang dalam vagina Mama Mona hingga banjir ke kain sofa saking banyaknya cairanku yang keluar. “Akhh.. akh.. Ma, Vagina Mama luar biasa sekali..” Aku pun ambruk setelah hampir 2,5 jam merasakan nikmatnya vagina mertuaku, yang memang nikmat, meniban tubuh Mama Mona yang sudah lemas lebih dulu.
Aku dan Mama terbangun sekitar jam 12.30 malam dan kami pindah tidur ke kamar Mama Mona, setelah terbaring di sebelah Mama dimana kami masih sama-sama bugil karena baju kami ada di sofa, Mama Mona memelukku dan mencium pipiku.
“Tom, Mama benar-benar puas dech, Mama pingin kapan-kapan coba lagi batangmu yach, boleh khan..”
“Boleh Ma, saya pun juga puas bisa mencoba vagina Mama dan sekarangpun yang saya inginkan setiap malam bisa tidur sama Mama jika Virni nggak pulang.”
“Iya, Tom.. kamu mau ngeloni Mama kalau Virni pergi?”
“Iya Ma, vagina Mama nikmat sih.”
“Air manimu hangat sekali Tom, berasa dech waktu masuk di dalam vagina Mama.”
“Kita Main lagi Ma..?”
“Iya boleh..”
Kami pun bermain dalam nafsu birahi lagi di tempat tidur Mama hingga menjelang ayam berkokok baru kami tidur. Mulai hari itu aku selalu tidur di kamar Mama jika istriku ada syuting di luar kota dan ini berlangsung sampai sekarang.





                                                                          POKERXOXO


Ayo teman2 gabung main bersama saya yuk.. :D

Kelebihan PokerXOXO.com yang digemari masyarakat Indonesia :
* Minimal Depo yang sangat TERJANGKAU, Hanya Rp. 15.000,-
* Proses Depo dan WD EXPRESS
* Memiliki Bonus RAKEBACK 0.3%
* Private Table dengan settingan Pasword
* Memiliki Hide Nickname
* Bonus Referal Tertinggi dihitung dari TOTAL TARUHAN
* 100% TANPA BOT dan Admin bermain di dalamnya
* Jackpot hingga Ratusan JUTA Rupiah setiap hari
* Jackpot di mulai dari Three Of A Kind sampai dengan Royal Flush
* Satu situs 2 Game, Poker dan Domino
* Transaksi Via BCA, MANDIRI, BNI, DANAMON & BRI
* CS siap melayani 24Jam nonstop setiap hari
* Pelayanan CS yang Ramah dan Profesional


Contact Us :
LiveChat : www.PokerXOXO.com
Blackberry Messenger : 2BC13BEB
Yahoo Messenger : pokerxoxocs
Whatsapp : +855966332945


CARA DAFTAR KLIK DI SINI : www.pokerxoxo.com/index.aspx?refer=7K0OA46EZ8

Cerita Ngentot Nikmatnya Tubuh Elin Si Cewek SPG


hampir sejam ngobrol akhirnya hujan berhenti dan q pulang sambil meminta kartu namanya.
singkat cerita kami sering berhubungan lewat telpon. q terus terang ttg statusku yang sdh
beristri tapi tampaknya tidak masalah buat ia, katanya banyak berteman banyak berkahnya.
tapi q memintanya utk menghubungiku hanya siang dng alasan tqt istriku salah sangka.
hubungan kami terus makin akrab walau hanya lewat telpon.
ada perasaan romantis setiap kali berbicara ditelpon dng Elin. Elin enak iajak ngobrol apapun
pasti nyambung. Elin pun tampaknya menikmati perhatianku. walau tinggalnya tidak terlalu jauh, q biasa mengiriminya kartu pos yang isnya seringkali memuji suaranya, bibirnya atau
alisnya yang tebal atau yang isinya berupa ucapan terimakasih atas persahabatan unik kami.
melihat tanggapan Elin yang hangat, q yang mulanya iseng mulai berpikir kenapa q tidak
jadikan ia selingkuhanku. tiga bln setelah pertemuan pertama, q mengajaknya ketemuan.
kami janji bertemu di mall cijantung.
rabu sore q duduk di mcD menunggu Elin, jam 17.45 cewek itu muncul. blue jeans ketat
membentuk pinggul, pantat dan pahanya. dan t-shirt ketat bertulis merk motor jepang
membungkus tubuhnya. buahdadanya terlihat sedang. padahal yang paling q kagumi dari
wanita adalah buah dada yang besar menantang seperti rizki pritasari. tapi it’s oke mumpung
Elin menyukaiku.
kami ngobrol dan seperti pertemuan pertama cewek ini mmg memikat saat sedang “ribut”.
sepanjang pertemuan itu Elin tidak menolak sewaktu kupegang tangannya, menyentuh kakinya.
ia bahkan melap mulutku yang katanya belepotan saos.
mendapat angin q makin yakin kalau ia mmg menyukaiku.
q mengantarnya pulang kekontrakannya di cibubur juga (ortunya tinggal di cengkareng). Elin
memintq singgah sebentar.kuterima ajakannya.
rumahnya kecil ruangnya ada tiga seperti umumya kontrakan di jkt.
suasana romantis yang sdh tercipta sejak di mall cijantung tadi membuat udara di ruang tamu
menyesakkan dadq. situasi rumah memancing kelakianku.
q harus mengakhiri pertemuan ini dng kesan yang dalam.
mata Elin menatapku berharap q memulai sesuatu.
q pura-pura mau kekamar kecil. Elin mengantarku kedalam. ia berjalan didepanku.
sampai diruang tengah yang adalah kamar tidurnya, kutarik tangannya, tubuh kami berhadapan.
“kenapa mas?”
q tak menjawab pertanyaannya, kutarik tubuhnya, tdk ada perlawanan.
kucium bibirnya, kukulum lembut, terasa aroma burger dimulutnya.
bibirnya yang seksi terasa manis.
Elin mulai membalas kulumanku, lidahku menusuk menjelajahi mulutnya. tubuhku terangsang
pengqan Elin, ia belum pernah bercinta, jadinya q merasa tertantang utk membimbing dan
memberinya kepuasan yang tak akan terlupa.
lama kami berpagut, Elin menikmati pagutan panas kami. q merasakan tubuhnya memanas.
kulepas t-shirtnya, Elin menurut.
bh Elin berwarna pink, seperti yang kubayangkan susunya sedang. agak menyembul karena bh-nya
yang agak ketat. kujilati lehernya Elin menggelinjang kegelian. “EHHHH…GELI MAS…” pelukan
Elin mengencang. ia mendesah-desah lembut, “AAAHH….. AAAHHHH…..tubuhnya bergerak-gerak
erotis dlm pelukanku membuat nafsuku terus bergerak naik.
kulepas jeans-nya, Elin pasrah ia bahkan membantuku melepas celananya. cd berwarna hitam,
“hhhmmm… warna kusuka, seksi…”
kubimbing tubuhnya ke kasur yang terletak diujung ruangan, (Elin tdk punya ranjang)
kurebahkan tubuhnya. q tersenyum menatapnya. Elin membelai rambutku.
“q mencintaimu Elin…”rayuku menciumi wajahnya
“Elin juga mas… “
q mulai bergerilya iatas tubuhnya kujilati lagi lehernya, bagian tubuh wanita yang paling
gampang membuat membuat mereka kegelian. kutelusuri dadanya menuju belahan susunya. tanganku
masuk kebalik bh-nya. kucubit nakal putingnya, Elin meringis, mencubit pundakku.
kulepas bh-nya. sekarang semua terpampang indah dihadapanku. kunikmati susu itu, Elin
mengelinjang keenakan. darahku mendidih
q turun menjilati, menciumi perutnya, kami terbawa suasan panas. yang q heran kok Elin
membiarkan pintu rumahnya terbuka dan tdk tqt ketahuan org lain. yang q perhatikan ada
beberapa rumah lain dekat sini
q sampai di atas selangkangannya. kutarik turun pelan cd-nya tangan Elin berhenti
mremas-remas rambutku. ia seperti menunggu sesuatu.
pelan tapi pasti kulorotkan sampai cd-nya terlepas. kusergap selangkangannya dng wajahku.
Linginanya kuoral.
sedikit terpekik Elin menjambak rambutku. jambakan Elin membuatku bergairah.
kuisap, jilat bibir Lingina dan klitorisnya. lidahku menelusup masuk keliangnya.
Elin menggelinjang, mengejang. dan bergetar bergantian desahannya berubah menjadi erangan
cepat.
“EEENNNGGGHHHHH………RRRRRR RGGGGGGHHHHHHHHH…… MASSSS…….. OGGHHH….”
nafasku memburu, Lingina Elin terasa gurih. tubuhku ikut bergetar. nikmatnya Lingina ini
rasanya lebih nikmat dari Lingina istriku yang mulai longgar setelah melahirkan.
dng sigap kubuka semua pakaianku, sekarang qpun telanjang bulat.
kaki Elin menjepit-jepit kepalq. cewek ini terangsang hebat. tapi rasanya tidak adil kalau
ia terbang sendiri.
kuputar tubuhku menjadi gaya 69. ******ku yang tegang mengacung di wajahnya. Elin shock
sewaktu melihat ******ku, ia teriam, mungkin tdk tahu harus melqkan apa.
“pegang terus diremas sayang” ajarku.
agak lama baru Elin mau meremas-remas penisku. enak ada sensasi nikmat menyerangku. rasanya
lebih nikmat dr pada kuremas sendiri atau istriku yang meremasnya.
pantatku bergoyang mengikuti gerak jari-jari Elin. lama-kelamaan remasan Elin makin pintar dan
lincah. ******ku menegang terus dan terasa panas.
kuteruskan oralku di Linginanya, Elin makin semangat memaini batang kejantananku. Linginanya
basah oleh liur dan lendir.
q sendiri tidak tahan lagi, “isap sayang…” pintq dng nada memelas. mungkin dlm keadaan
fly, Elin menurut saja, dilahapnya ******ku.
pertama agak pelan ragu, tapi kemuian Elin jadi buas.
q sulit menggambarkan rasa apa yang sedang menyerang tubuhku. luarbiasa. kami berpacu saling
memuaskan. cewek itu tdk perlu iajar banyak utk menikmati anugerah seks ini.
******ku terasa penuh terasa maniku mulai mengaliriku batangku. sesaat gerakan Elin menggila
dan tangannya berhenti meremas ******ku. ia akan orgasme.
kuhentikan permainan binal kami. kuputar tubuhku ke posisi tradisional, Elin tampaknya
keberatan.
wajahnya kelu nikmat. “jangan berhenti mas….” suaranya berat. nafasnya tersenggal.
“kenapa sayang…?” enak ya..?” godq
Elin mengangguk malu sambil menggigit dadq.
q tersentak, “jangan sayang nanti dilihat istriku”,
tapi terlambat bekas merah halus tergambar didadq.
“kubalas kau..” kuisap belahan susunya, keras.. cupang merah kini menghiasi susunya.
“kita harus bercinta sebelum cupangmu hilang” “kalo tidak ada bencana yang bakal menimpa kita”
katq.
“Ngarang..”
sambil agak menindih tubuhnya, kubelai rambutnya.
“bolehkah perawanmu untukku sayang?”
“mmgnya Elin masih perawan skrg mas?” wajahnya agak heran.
“Linginamu dioral tdk berarti keperawananmu hilang” “tdk ada darah, yang ada hanya lendirmu”
Elin memelukku, “q suka pada mas sejak pertemuan pertama dan tiga bulan ini telah jatuh
cinta padamu mas”.
“sekarang q telanjang dihadapanmu, semua milikmu mas”
“q sdh beristri” katq
“q tidak cemburu padanya” jawabnya polos.
inilah wanita, mereka memberi seks agar mendapatkan cinta. sedang pria memberi cinta utk
mendapatkan seks.
kuciumi wajahnya, Elin membalas. birahi kami kembali bangkit. kulit kami bergesekan membawa
sensasi nokmat.
susunya hangat lembut dan kenyal menggosok dadq.
“OOOOGGGGHHHHHHHHH…..” q mengerang nikmat
kami kembali tenggelam dlm kemesuman.
Elin mengerang sewaktu jariku menusuk Linginanya yang banjir. kukocok tdk terlalu dalam, q tdk
ingin merobek selaputnya, biar ******ku yang merobeknya. “MAS….. ENAKKKK… suaranya lirih.
tubuh Elin mmemanas, qpun mendidih.
kutuntun tangannya memegang penisku. “bantu mas masuk ke Linginamu sayang..”
Elin meremas ******ku dan mengarahkan ke Linginanya.
alat kelamin kami bersentuhan. kepala batangku menyentuh bibir Linginanya.
inilah pertamakali kami seutuhnya bersatu.
kudorong masuk ******ku yang mengeras seperti batu.
mata Elin terpajam sambil menggigit bibirnya.
pelan… pelan… tertahan. Lingina yang basah dan sdh terbuka itu masih sempit utk di masuki
kutarik keluar kemuian masuk, terus berulang
“AAAGGGHH…’AAAGGGHH” “AAAGGGGHHHH” Elin berteriak tertahan setiap kali ******ku mengocoknya.
“SAKIT MAAASSS…”suaranya bercampur sakit dan enak
“MAS LEPAS”
“JANGANNN…” tangannya menahan pantatku
terus kukocok, pantatnya bergerak maju mundur.
bercak darah segar menempel di ******ku. akhirnya q mendapat keperawanannya.
lewat 5 menit…”SLEEEPPP….” penisku tertanam.
“OOOGGGHHHH….”nikmatnya penisku tertanam, dinding nya mengendut hangat, sebisa mungkin
kutancapkan ******ku sampai menyentuh dasar liangnya.
liang Elin sempit tapi dalam, penisku yang panjangnya sedang saja sekitar 15-16 cm tenggelam
semua.
tubuh Elin mengejang bergetar, ia menggigit lagi dadq kali ini agak dekat leher. tapi krn
sedang fly q tidak peduli.
setelah beberapa saat kami meresapi setiap butir kenikmatan. q mulai mengocok Linginanya.
kami berburu dalam nafsu birahi. q seperti seorang joki yang duduk iatas kuda. sementara
Elin menggelepar-gelepar seperti ikan kehabisan air.
kamar Elin penuh dengan bau mani, nafas yang memburudan erangan. “PLAKK…CEEPLAK…CEPLAK…”
suara air dan kulit bertepukan
“OGGH…OGH..OGH.. hanya itu yang keluar dr mulutku berulang ulang. pikiranku tersumbat
tubuhku melayang kesurga.
Elin tambah membuatku bersemangat mencabulinya dengan suaranya yang merengek, mengerang
nikmat. berkali-kali ia menceracau tak karuan.
“HHOOOOOOGHHH……..MMMAAAAAS S…. EENNAAAKKK….
SAAA…KKKIITTT…
“EEvVV… LLAAGGIII……..” “NNNNNNNGGGGGGGGHHHHHHH……..”
setelah 10 menit yang rasanya seperti sepuluh thn. tubuh Elin mengejang teriam, suaranya
tersendat-sendat, “EGH…EGH…EGH…” Elin memelukku erat.
Elin hampir sampai. kupercepat kocokanku tubuhku ikutan bergetar hebat.
terasa maniku mengaliri ******ku, sebentar lagi q akan meledak. rasa nikmat menjalar dari
batang ******ku kepaha sampai ujung jariku, mengalir kesekujur tubuhku. inilah rasa yang
sampai skrg tidak bisa dijelaskan dan tak bernama.
geli, nikmat, ingin menangis, lemas bercampur aduk.
kemuian q tak bisa bergerak, tubuhku kejang otakku berhenti bekerja.
Elin melenguh panjang, “EEENNNNGGGGHHHHHH……………..”
qpun menyusulnya, “EENNNGGGHHHHHHHHH………..”
kami orgasme bersama.
kami berpelukan. q tetap menindihnya tak ingin mencabut senjatq dari liangnya.
kuseka keringat di wajahnya, wajahnya tersenyum manis memencarkan kenikmatan yang tiada tara.
“terima kasih sayang”,Kau wanita yang hebat” “kau membawq kesurga”, kukecup keningnya
“mas q cinta kau..jangan tinggalkan q”suaranya lemah
setelah kejaian malam itu, q menunggu utk menidurinya lagi.Cerita Ngentot Nikmatnya Tubuh Elin Si Cewek SPG





                                                                                      
 

                                                                              POKERXOXO


Ayo teman2 gabung main bersama saya yuk.. :D

Kelebihan PokerXOXO.com yang digemari masyarakat Indonesia :
* Minimal Depo yang sangat TERJANGKAU, Hanya Rp. 15.000,-
* Proses Depo dan WD EXPRESS
* Memiliki Bonus RAKEBACK 0.3%
* Private Table dengan settingan Pasword
* Memiliki Hide Nickname
* Bonus Referal Tertinggi dihitung dari TOTAL TARUHAN
* 100% TANPA BOT dan Admin bermain di dalamnya
* Jackpot hingga Ratusan JUTA Rupiah setiap hari
* Jackpot di mulai dari Three Of A Kind sampai dengan Royal Flush
* Satu situs 2 Game, Poker dan Domino
* Transaksi Via BCA, MANDIRI, BNI, DANAMON & BRI
* CS siap melayani 24Jam nonstop setiap hari
* Pelayanan CS yang Ramah dan Profesional


Contact Us :
LiveChat : www.PokerXOXO.com
Blackberry Messenger : 2BC13BEB
Yahoo Messenger : pokerxoxocs
Whatsapp : +855966332945


CARA DAFTAR KLIK DI SINI : www.pokerxoxo.com/index.aspx?refer=7K0OA46EZ8